MAHASISWA KKN-PPM UNIVERSITAS MALIKUSSALEH KELOMPOK 162 LAKUKAN PENYULUHAN DI KANTOR DESA HADUNDUNG

  • Bagikan

SUMATERANUSANTARA.COM | LABUSEL – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN)  pembelajaran dan pemberdayaan manusia (PPM)  Universitas Malikussaleh kelompok 162 membuat penyuluhan cara pembuatan Pestisida Nabati berbahan dasar bawang putih di Kantor Kepala Desa Hadundung Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada Senin, 22 November.

Salah satu anggota KKN-PPM kelompok 162, Ayu Fitria yang berasal dari Fakultas Pertanian mengatakan pembuatan pestisida nabati ini dilakukan agar dapat menginovasi warga desa dalam pemeliharaan atau Perawatan pada tanamannya. Pestisida nabati berbahan dasar bawang putih ini dapat digunakan untuk membasmi hama yang ada di tanaman seperti cabai tomat dan semua jenis tanaman bisa dipakai karena pestisida ini nabati atau alami sehingga tidak memberikan efek samping terhadap tanaman.

“Dengan memanfaatkan bawang putih kita dapat menghasilkan tanaman yang sehat. Pestisida nabati yang ramah lingkungan, hemat dan mudah didapat ini dapat mengatasi berbagai macam hama dan penyakit tanaman yang mengganggu. Alat dan bahan pembuatannya juga cukup mudah, terutama bawang putih, air, deterjen/ sabun cuci, minyak sayur, wadah, alat penyaring, dan cobek penghalus. Tips penyemprotannya dilakukan pada pagi hari, mengapa ? Karna pada saat pagi hari hama belum aktif bergerak disitulah saat yang tepat untuk kita menyerangnya.” ucap Ayu.

Sementara itu, ibu-ibu Desa Hadundung sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan tersebut mereka sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN ini. “Kami merasa terbantu dengan diadakannya penyuluhan karena ini dapat memberi ilmu tambahan bagi kami dalam pengolahan bawang putih. Dan kami sangat mendukung upaya mahasiswa KKN dengan mengadakan penyuluhan.” tutupnya.

Sekedar informasi, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 162 terdiri dari  :

Siska Tri Amanda (Manajemen), Ayu Fitria Ningsih (Agribisnis), Purwita (Ekonomi Pembangunan), Shinti Yani (Ilmu Politik), Nurlena Sarah Nasution (Ilmu Komunikasi), Nurhayati Ritonga (Ilmu Komunikasi),  Fiti Susanti Nasution (Manajemen),  Arwinsyah Dalimunthe (Ilmu Politik).

(Red)

  • Bagikan